Select Page

Pernahkah Anda mendengar istilah planned maintenance? Ya, istilah ini memang tidak terlalu awam di kalangan masyarakat pada umumnya. Namun, untuk mereka yang bekerja di dalam sebuah perusahaan mesin pasti mengetahui istilah yang satu ini bukan? Kegiatan ini merupakan sebuah perawatan ataupun pemeliharaan mesin yang diatur dalam sebuah perencanaan  supaya bisa mengurangi suatu masalah yang terjadi atau kerusakan pada mesin. Hal ini termasuk ke dalam salah satu pilar yang disebut dengan TPM (Total Productive Maintenance).

Untuk kegiatan ini bisa diawali dengan melakukan identifikasi alat dan juga service apa saja yang memang diperlukan untuk bisa mengatasi suatu masalah tersebut. Untuk Anda yang ingin lebih mengetahui tentang planned maintenance ini, yuk simak sampai akhir ya!

Alur Kerja dari Proses Planned Maintenance

Untuk bisa melakukan planned maintenance ini ada alur kerjanya tersendiri, berikut ini merupakan beberapa langkah yang harus dilakukan:

Melakukan Identifikasi Masalah dan Menyusun Work Order

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dan juga menyusun work order. Langkah ini nantinya bisa menghasilkan berbagai informasi mengenai cakupan dari detail masalah, aset utama yang menjadi sebuah masalah, atau berbagai masalah apa saja yang bisa saja berkaitan dengan hal tersebut.

Memeriksa Aset dan Tempat Lokasi

Langkah selanjutnya hal yang harus dilakukan dalam proses planned maintenance adalah memeriksa aset dan juga tempat lokasi. Setelah rincian dari pekerjaan yang ada telah diuraikan secara terperinci, Anda di sini penting untuk memeriksa tempat, material dan berbagai hal yang mungkin saja bisa menghalangi maintenance dilakukan.

  

Memesan Suku Cadang yang Diperlukan untuk Diterapkan Standar dalam Proses Planned Maintenance

Identifikasilah dan uraikan berbagai prosedur apa saja yang memang diperlukan dalam proses maintenance tersebut. Seperti halnya prosedur penutupan, persyaratan akses, dan juga tindakan dari keselamatan kerja.

Tambahkan Level Prioritas dalam Work Order

Menambahkan level prioritas dalam proses planned maintenance ini sangatlah penting. Tentunya, tingkat prioritas dari setiap perusahaan itu bisa berbeda – beda. Ada yang memang menggunakan tingkat prioritas yang cukup rendah, sedang, sampai tinggi. Adapula yang memang menerapkan skala 1-5 saat memprioritaskan tugas. Ketika suatu aset memiliki kekritisan tinggi dan tugasnya pun berdampak tinggi tentu akan memiliki prioritas yang tinggi pula.

Coba Jadwalkan dan Selesaikan

Jika telah melakukan proses perencanaan, masa fase dari penjadwalan pun di mulai. Harus Anda ketahui bahwa proses penjadwalan dari maintenance dengan planned maintenance ini memiliki perbedaan satu sama lain. Tetapi, keduanya saling bergantung untuk bisa menyelesaikan suatu maintenance.

Keuntungan Planned Maintenance dalam Sebuah Perusahaan

Setelah kita mengetahui alur kerja dari planned maintenance yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya, selanjutnya kita akan membahas apa saja keuntungan yang bisa didapatkan dalam sebuah perusahaan.

Mengurangi Biaya dari Maintenance

Keuntungan yang akan didapatkan sebuah perusahaan dari penjadwalan maintenance ini adalah bisa mengurangi biaya dari maintenance itu sendiri. Mengapa demikian? Pasalnya, masalah – masalah kecil yang terjadi bisa diuraikan sehingga bisa langsung dapat diperbaiki tanpa harus menunggu kerusakan yang lebih besar dimana akan menghabiskan biaya yang terbilang cukup besar dan mahal.

 

Bisa Memperpanjang Umur Aset

Adanya planned maintenance ini ternyata bisa memperpanjang umur aset itu sendiri. Hal ini dikarenakan kita selalu merawat aset tersebut sehingga kondisinya pun selalu baik, maka ini akan memperpanjang waktu operasional sehingga tidak perlu sering diganti.

Meningkatkan Keselamatan Kerja

Keuntungan lainnya dari penjadwalan maintenance adalah bisa meningkatkan keselamatan kerja. Aset yang kondisinya sudah tidak terlalu baik atau bahkan rusak tentu akan menghentikan waktu henti dari karyawan. Tidak hanya itu saja, hal ini pun memiliki kemungkinan besar bisa membahayakan karyawan.

Dapat Mengurangi Adanya Downtime

Dalam istilah dunia kerja itu ada yang dinamakan dengan downtime. Keadaan ini merupakan sebuah kondisi dimana sistem, seperti dalam hal server hosting, tidak bisa beroperasi sama sekali. Akibatnya jika terjadi downtime yang tidak terduga ini bisa membutuhkan waktu yang lama untuk bisa diperbaiki. Tentu hal ini juga akan menyebabkan kerugian pabrik, karena biaya tenaga kerja dan operasi akan terus meningkat. Sementara, produktivitas terhenti karena terjadi hal yang tidak terduga nanti. Itulah pentingnya planned maintenance yang harus dipahami oleh para perusahaan.

Pada intinya, proses dari penjadwalan maintenance ini adalah sebuah kunci untuk tetap bisa me-maintenance aset yang ada. Jika dilakukan dan diorganisir dengan baik, hal ini tentu akan meningkatkan kinerja dan produktivitas dari keseluruhan pekerjaan.

5 Jenis Maintenance yang Harus Diketahui

Ternyata planned maintenance yang termasuk ke dalam pilar dari TPM (Total Productive Management) ini memiliki berbagai jenis yang memang harus diketahui. Inilah kelima dari jenis maintenance tersebut.

Preventice Maintenance

Pemeliharan pencegahan atau dengan kata lain preventice maintenance ini merupakan pemeliharan yang dilakukan secara terstruktur dan dilakukan secara periodik. Seperti misalnya sejumlah kegiatan mulai dari inspeksi dan perbaikan, penggantian, pembersihan, pelumasan, penyesuaian, dilakukan penyamaan supaya sama.

Breakdown Maintenance

Selanjutnya, jenis dari planned maintenance ini adalah breakdown maintenance. Ini merupakan sebuah kebijakan perawatan dimana caranya adalah dengan menggunakan mesin tersebut secara terus – menerus sampai rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Kemudian, setelah itu bisa langsung diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Namun sayangnya, jenis maintenance yang memang kurang efektif karena membutuhkan biaya yang sangat besar.

Corrective Maintenance

Jenis kegiatan perawatan yang lainnya adalah corrective maintenance. Perawatan ini dilakukan apabila mesin ataupun sarana dari fasilitas produksi mengalami gangguan yang mana tidak bisa berfungsi dengan baik. Maka dilakukanlah corrective maintenance atau sering juga disebut dengan reparasi atau perbaikan.

Scheduled Maintenance

Sesuai dengan namanya, scheculed maintenance ini merupakan planned maintenance yang dilakukan secara terjadwal. Untuk maintenance-nya bisa diukur dari pengalaman sebelumnya juga. Selain itu, bisa dilihat juga dari data – data yang disimpan ataupun rekomendasi dari pabrik dari mesin tersebut.

Predictive Maintenance

Terakhir, dalam perawatan mesin ini ada yang dinamakan dengan predictive maintenance. Sebenarnya hal ini bisa disebut juga sebagai strategi dalam perawatan pencegahan. Maksudnya, perawatannya akan dilakukan secara rutin supaya bisa mengetahui apakah ada kendala yang terjadi pada alat atau mesin tersebut sehingga keselamatan kerja para karwayan pun dapat terjamin.

Planned maintenance ini tidak hanya berlaku untuk berbagai perusahaan besar saja, ada beberapa contoh keci maintenance yang bisa Anda lakukan dalam kehidupan sehari – hari. Seperti mengecek alat pemotong rumput supaya bisa tetap dipakai setiap hari, melumasi mesin motor supaya tidak cepat panas ataupun rusak, dan menambal selang yang bocor supaya air tidak luber.

Maka dari itu, planned maintenance ini sangatlah penting supaya alat kerja ataupun mesin yang Anda pakai ini masih bisa tetap berfungsi dengan baik dan dalam kurun waktu yang lama.

Berikut penjelesan selengkapnya:

https://youtu.be/oQAsjF5t-0g

Informasi pelatihan dan pendampingan dapat menghubungi kami

http://wa.me/628118280311

Salam Produktif

 

Nugraha